Sabtu, 06 Oktober 2012

Diskalkulia itu



Diskalkulia..

Bagus ya!

Cocoknya dipanggil Diska, Ikal, Kuli, apa Uli..

eh.. itu bukan nama orang yak..

Diskalkulia atau Dyscalculia’ adalah kesulitan ketika

mengerjakan perhitungan matematika.,jika disleksia itu kesulitan dengan bahasa maka diskalkulia ini kesulitan dengan yang berhubungan dengan hitung-menghitung.

Sebagian besar,anak dengan diskakulia yang mengalami diskalkulia atau kesulitan dalam Matematika mempunyai kesulitan dalam proses visual. Pada beberapa kasus, pada bagian pemrosesan dan pengurutan, matematika memerlukan seperangkat prosedur yang harus diikuti dalam pola yang urut, hal ini juga berkaitan dengan kurangnya memory (memory deficits).

Banyak anak-anak yang terdiagnosis diskalkulia memiliki kegagalan akademis di sekolahnya yang pada akhirnya menjadi ketidakmampuan dalam belajar matematika atau merasa tidak mampu mempelajarinya. *kasian yah..


Nah ciri-ciri anak atau orang dengan diskalkulia itu..

  1. Mereka akan kebingungan ketika melihat angka yang mirip bentuknya, seperti 6 dan 9, 3 dan 8
  2. Ada anak diskalkulia yang tak bisa memakai kalkulator
  3. Mereka sering salah mengingat dan menyebut nama orang.
  4. Sulit mengurutkan urutan pengerjaan soal matematika, jadi ketika mengerjakan misalnya operasi perkalian, mereka biasanya akan kebingungan
  5. Memberikan jawaban yang berubah-ubah (inkonsisten) saat diberi pertanyaan penjumlahan, pengurangan, perkalian atau pembagian..
  6. Penderita diskalkulia tidak bisa merencanakan keuangannya dengan baik dan biasanya hanya berpikir tentang keuangan jangka pendek.Terkadang dia cemas ketika harus bertransaksi yang melibatkan uang .Ia akan kebingungan waktu membayar di kasir
  7. Susah membaca jam.. bingung kalau melihat jam *hayoo ada yg gx bisa baca jam tidak??
  8. Susah menentukan letak seperti lokasi sebuah negara, kota, jalan dan sebagainya.
  9. Sulit memahami not-not dalam pelajaran musik atau kesulitan dalam memainkan alat musik

Mereka juga kesulitan mengingat skor dalam pertandingan olahraga. jadi kalo ada yang pulang nonton bola terus ditanyaain skor lupa kali-kali aja..

Gimana cara deteksinya..

Anak usia 4- 5 tahun biasanya belum diwajibkan mengenal konsep jumlah, hanya konsep hitungan Jika pada usia 6 tahun anak sulit mengenali konsep jumlah, maka kemungkinan nantinya dia akan mengalami kesulitan berhitung. Proses berhitung melibatkan pola pikir serta kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah. Faktor genetik mungkin berperan pada kasus diskalkulia, tapi faktor lingkungan dan simulasi juga bisa ikut menentukan.

terus kalo diskalkulia gimana..



  • Perbanyak contoh-contoh konkrit untuk memastikan pemahaman yang kuat sebelum melangkah kepada konsep yang abstrak. Hal ini akan membantu untuk memberikan strategi untuk memvisualisasikan konsep. Ketika mengerjakan soal cerita, berikan kesempatan kepada anak untuk membayangakan situasi kehidupan sehari-hari atau alat yang membantunya memvisualisasikan sebuah bentuk, konsep, atau pola.
  • Berikan kesempatan untuk menggunakan gam bar, grafik, kalimat, atau kartu untuk membantu dalam hal pemahaman soal. Hubungkan permasalahannya dengan contoh kehidupan sehari-hari.
  • Kembangkan sebuah konsep diri bahwa ‘saya bisa’, sesering mungkin. JANGAN katakan, “Ibu/Ayah tidak pandai matematika, tak heran kamu pun begitu”. Ingatlah, dengan suasana yang baik, (tutoring, one to one support) dan sikap yang positif, semua orang pintar matematika
  • Gunakan pendekatan yang positif untuk mengenalkan konsep dasar. Kartu atau permainan komputer untuk menguasai konsep awal sampai dengan 20 dan tabel perkalian akan sang at berguna. 10 menit sehari akan berhasil.
  • Berikan bantuan dalam mempelajari simbol-simbol matematika dan bahasa matematika. Contohnya, pikirkan tentang simbol ‘-’ (minus) berarti ‘pergi’ atau ‘hilang’, dan simbol ‘+’ berarti ‘datang’ atau ‘muncul’.Simbol ‘-’ bisa juga berarti ‘mengurangi’, bisa juga pecahan, atau juga bilangan bulat negatif
sumber :
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/kids/anak-penderita-diskalkulia-les-pun-takmembantu.html
http://dicfingerprintdepok.wordpress.com/2011/10/18/apa-itu-diskalkulia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar