Senin, 29 Oktober 2012

Akar dan Hujan

Suatu hari, ketika matakuliah  Bahasa Indonesia berlangsung, Pak Dosen tercinta berkata," Buat sebuah paragraf mengenai Akar,Air,Hujan,Laut dengan kalimat yang logis,"
Alih-alih membuat proses daur hidrologi atau hujan, saya malah menulis ini bersama Fauzi dan Aunty lely 


Akar merindukan air..
Ia kirimkan sinyal-sinyal kerinduaanya pada j. J menangkap pesan kerinduan sang Akar, namun tak segera menurunkan rintik air ke bumi, Awan menguji seberapa kuat akar
akan menanti air.
Tapi Akar tetap bertahan. Akar tetap menanti c. Berbulan-bulan ia menanti hujan, daunnya layu,kekuningan batangnya rapuh.
Namun Akar masih berusaha tegak berdiri, “AKU RELA MATI menunggumu HUJAN!”
cpun akhirnya turun perlahan, di tempat gersang di suatu pulau nan jauh disana. cjatuh bukan dimana Akar menantinya, c jatuh di tempat yang berbeda.
Akar menangis,akar ingin membencic, namun cintanya terlalu besar. Akar mencoba tegar walau seluruh tubuhnya telah rapuh. “Aku mencintaimu HUJAN! Lebih dari pengorbananku padamu,”
Tapi c tak pernah mengerti apa arti sebuah pengorbanan yang dilakukan Akar. Akar dengan perasaan cinta senang melihat c di tempat yang lain.
Bagi Akar, bahagia adalah melihat c bahagia itu sudah cukup.
Dan Akar semakin rapuh, tak ada lagi daun,tak ada lagi batang yang kokoh, bunga-bunga hanyalah cerita masa lalu.
Akarsemakin tak kuat.. Tuhan memanggilnya

Akar MATI..

Dan c menyesal tak pernah menurunkan titiknya pada Akar....

Keterangan  c :: hujan
       J : : Awan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar